Jujur, saya emosi berat mengetahui adanya peraturan baru yang dikeluarkan oleh para cecunguk di negeri ini tentang larangan situs/blog yang mengandung unsur asusila (yang dari dulu ga jelas definisinya). Detil mengenai UU tersebut belum dan tidak akan saya baca karena saya sudah bisa menebak-nebak sendiri tentang garis besar undang-undang bull shit tersebut. Intinya pasti ga penting dan ga mutu. Untuk tetek bengek mengenai opini saya tentang asusila dan pornografi serta kebebasan, ah males buat ngebahasnya.

Mengetahui undang-undang ini seperti menyadarkan saya kembali bahwa saya adalah bagian dari masyarakat yang bakal terkena imbas peraturan itu juga. Saya juga baru inget kalau Indonesia itu sebuah negara. Oh iya, Indonesia juga ada pemerintahannya … hampir saja saya lupa.

Tanggapan saya tentang peraturan baru yang katanya berimbas kepada sanksi sebesar 1 milyar rupiah ini adalah BULL SHIT BESAR LU PADA!! Sok suci hama padahal bobrok. Sok agamis padahal bejat. Okeh, memang ada sebagian yang tidak demikian, tapi 100% saya yakin sebagian besar YA. Kenapa saya jadi begitu es mos si padahal saya sendiri ga punya situs/blog lendir? Saya juga ga tahu kenapa, tapi yang jelas saya memang sudah ga lagi percaya sama yang namanya sistem pemerintahan. BACA : I am 100% anarchist! Sama sistem pemerintahan yang bagus saja saya ga setuju apalagi sama pemerintah kita yang 100% ga becus, terutama orang-orang yg ngakunya representasi rakyat yang kerjanya cuma tidur, naikkin gaji dan minta dana buat renovasi rumah (baca : DPR).

Tapi biarlah mereka sibuk ngerampok duit kita setelah ga lagi bisa sembarangan nembakin orang-orang via aparat militernya (inget 1998). Biarin aja. Toh, pemerintah itu almost 100% isinya orang-orang goblok. Terakhir, mereka bikin peraturan tentang pendaftaran nomer hp prabayar yang memakan anggaran besar plus korupsi besar PUN ternyata hilang gitu aja. Ngomongnya sih biar bisa lebih mudah ngelacak teroris, padahal mereka sendiri terorisnya. Halah, maling kok teriak maling. Saya inget kalau dulu setiap kali pake nomer prabayar saya selalu registrasi pake nomer KTP boongan plus nama boongan yang ternyata bisa lolos begitu aja. Waktu itu saya pikir pemerintah udah membuat peraturan dan sistem yang sakti, ehhhh ternyata sistemnya bloon-banget-sumpah-deh. Lha, wong Indonesia ini aja ga ada database masyarakatnya. Bayangin aja dari tingkat RT, ktp orang-orang sudah pada nembak semua.

Buat yang penasaran sama peraturannya, silahkan liat/download RUU lengkapnya disini.

Well, daripada tambah es mos si dan naek darah, mending saya bobo sekarang :)

VIVA la Anarchia