Apa yang terjadi seminggu terakhir? Pertama, saya ga bikin posting baru di blog ini. Kedua, nungguin Alexa ranks yang ga update-update (untunglah pada saat posting ini dibuat Alexa ranks udah update, cape de). Ketiga, ngurusin blog-blog yang PR nya pada update awal bulan kemaren. Ada yang mantep, turun dan naek. Mudah-mudahan masih bisa membawa angin segar dan aroma dollar yang liat :)

Topik kita kali ini adalah tentang bagaimana cara membuat unique content beserta kegunaannya. Setelah memberikan segubrak-gubrak bonus di postingan lalu termasuk PLR, kini kita masuk kepada cara untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Oh ya, buat yang belum ngerti apa itu “facile”, facile itu bahasa Perancis yang berarti mudah (jadi inget pas bikin review SR yg harus pake bahasa Perancis…untung bisa dikit-dikit huehuehue).

Sebelum melangkah kepada teknis, mari kita bicara dulu tentang unique content beserta kegunaannya. Pada dasarnya, unique content adalah content sebuah web/blog yang bukan dari hasil copy paste. Unique content sangat disukai oleh search engine dan menjauhkan kita dari tragedi sandbox Google. Cara mengecek sebuah content itu unique atau tidak adalah dengan menggunakan copyscape. Jadi, bagaimanapun, sangat mudah bagi seseorang (apalagi Google) untuk mengetahui apakah sebuah content unique atau tidak. For your information, content copas dan non-original bisa berakibat fatal bila dilakukan terus-menerus. Salah-salah blog kamu bisa dibanned oleh Google. Akibatnya traffic menurun atau PR drop ke level yang paling rendah.

Lalu apa gunanya unique content? Banyak. Jika kamu baru saja membeli domain (misalnya saja di TheDomain.TV), maka kamu akan sangat memerlukan unique content sebagai pengisi awal blog tersebut sebelum didaftarkan ke paid review. Jika blog kamu sudah diapprove oleh pihak paid review, biasanya ada peraturan untuk membuat posting selang-seling antara konten berbayar dan tidak. Sebut saja PayPerPost yang mengharuskan komposisi 1:1 (satu posting non berbayar diantara review mereka), sponsoredreview yang mensyaratkan 2:1 (dua posting non berbayar diabtara review mereka), atau smorty yang mengharuskan 40% dari isi blog yang kamu gunakan harus berisi konten tidak berbayar.

Daripada kamu pusing-pusing dan njelimet bikin artikel sendiri disela-sela mempersiapkan sebuah blog atau mengerjakan job review, alangkah baiknya kamu save energy and time dengan membuat content unique dengan cara yang mudah.

Caranya? Well, untuk cara, jujur saya hampir 90% terinspirasi oleh posting dari bos Nico di blognya ini. Jadi, daripada saya menulis ulang caranya, silahkan aja buat kamu untuk langsung ke TKP disini.

Akhir kata saya ucapkan selamat membaca cara selengkapnya.

Semoga bermanfaat.