bunuh blog saya yg lain di thekarmapolis.com
o
23 Dec, 2007
Tukang Burjo Kenalan Saya dan Bisnis Parkir Domain
Posted by: Kuburan In: Internet| Kerja Online| Parkir domain
Ga tau kenapa, pas tadi lagi nonton bola antara Inter Vs Milan saya kepikiran sama mas burjo (bubur kacang ijo) teman saya waktu masih kuliah dulu. Wew, bukan berarti saya homo ya karena bayangin cowok. Saya cuma kepikiran kalau ternyata prinsip kerja yang dilakukan oleh mas burjo kenalan saya itu mirip banget dengan parkir domain. Loh? Kok bisa?
Begini ceritanya. Mas burjo (sebut saja namanya masbur) kenalan saya itu berbisnis burjo dengan cara menjual bisnisnya yang sudah jadi kepada orang lain. Masbur itu orangnya jeli dan tekun karena ia rajin melakukan survey ke daerah-daerah yang masih belum ada warung burjonya. Jika sudah dapat tempat yang dia pikir bagus dan memiliki nilai investasi, maka dia akan menyewa sepetak tanah kosong untuk kemudian dia buat warung burjo semi permanen (setengah batu setengah kayu). Karena wilayah tersebut masih sepi dan kosong, maka jelas sekali dia akan mendapatkan harga sewa yang sangat murah. Hal selanjutnya yang dia lakukan adalah berdagang, promosi kecil-kecilan dan mengumpulkan sebanyak mungkin pelanggan. Salah satu trik ampuh yang dia gunakan untuk membuat pelanggan betah berlama-lama adalah dengan memberikan tambahan porsi burjo untuk setiap pesanan dan menyediakan televisi supaya yang makan disana bisa ikutan nonton (trik ini terbukti ampuh kepada anak-anak kost yang rata2 tidak punya televisi sendiri).
But, hal tersebut diatas ternyata bukan cara yang masbur pilih untuk berbisnis. Loh? Bisnis sesungguhnya masbur ternyata adalah dengan menjual kembali warung-warung burjo yang ia pikir sudah “jadi” tersebut kepada orang lain yang berminat. Dengan omzet bulanan yang pasti dan banyaknya pelanggan, maka keruan saja warung yang sudah “jadi” tersebut diminati oleh banyak orang. Masbur biasanya bisa menjual satu warung burjo tersebut dengan harga berlipat-lipat dari modal yang dia keluarkan. Misalkan dia mengeluarkan modal 3 juta untuk sewa lokasi + 10 juta untuk bangunan dan bahan baku jualan, maka dia bisa menjual warung tersebut dengan harga 25 hingga 30 juta rupiah (dengan harga ini masbur tidak pernah kesusahan menjual warungnya karena memang warung tersebut sangat menjanjikan bagi pembelinya). Selanjutnya yang perlu dia lakukan hanyalah membuat surat perjanjian jual beli warung dan mengenalkan si pemilik baru tersebut kepada pemilik tanah agar jika kontraknya habis maka si pemilik warung “baru” tersebut wajib membayar ongkos sewanya karena kini warung tersebut sudah dijual.
Hmmm. Mirip kan sama bisnis domain parkir.
Udah ah, mau nonton real madrid vs barcelona niy.

Cukup menginspirasi ceritanya , bisa diterapkan ke sektor lain nich kayaknya bos. thnks
ya nich, ceritanya bagus bagus, jadi laperr
mas burjo = tuan tanah = makelar tanah
Banyak inspirasi baru yang bisa didapat dari blog ini.
sangat bermanfaat dan menambah ilmu, sukses selalu.
Yah kalo omzet bulanan dh bnyk kok malah d jual..